Posted in Kuliner

Bola-bola Singkong

Makan sebelum lapar, berhenti sebelum kenyang

Bahan:

Singkong

Tepung terigu

Tepung maizena

Tepung beras instan (bumbu krispi)

Daun bawang

Bawang merah

Bawang putih

Cabe rawit

Garam

Gula

Air

Cara pembuatan:

  1. Siapkan bahan dan cuci bersih
  2. Parut singkong menggunakan parutan kelapa
  3. Campurkan parutan kelapa dan semua bahan kecuali tepung bumbu instan
  4. Bentuk bulatan kecil sembari melarutkan tepung bumbu instan dengan sedikit air
  5. Masukkan dan guling-gulingkan bulatan adonan pada tepung bumbu instan
  6. Panaskan minyak goreng dan goreng hingga matang kecoklatan
  7. Siap dihidangkan selagi masih panas

Bahan yang digunakan hanya menyesuaikan ketersediaan di rumah ya πŸ˜€ Karena tepung terigu sisa sedikit, makanya ada tepung maizena ikutan masuk hehe.. Cukup enak dinikmati selagi panas bersama nasi hangat dan selada segar + sambal. Sambal bisa dibuat sesuai selera ya. Untuk hasil bola-bola singkongnya agak padat, mungkin karena terlalu bersemangat saat membentuk. Bagian dalam hampir mirip seperti roti goreng hehe, karena bahan yang dipakai sumber karbohidrat semua kali ya πŸ™‚

Selamat mencoba πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

Advertisements
Posted in Kuliner

Enokitake

Suka makan?

Lebih suka siap santap atau memasaknya sendiri?

Makanan yang terasa seperti apa? Pedas? Manis? Asin?

Jika suka menikmati berbagai jenis makanan, cobalah untuk berkreasi dengannya. Memang sangat menyenangkan menyantap makanan kesukaan kita, tapi ketika kalian mau mencoba saranku pasti akan menambah sensasinya. Selamat mencoba πŸ˜‰

Kemarin aku dan temanku sebut saja Fajr mendapat inspirasi tentang beberapa masakan. Kami bukan dari kelompok ahli pangan kok (belum, semoga saja berkesempatan), hanya saja kami suka makan. Terlebih sangat antusias dengan makanan-makanan yang menarik mata. Kimchi misalnya.

Mencoba tidak selalu langsung berhasil. Sabar dong ya, InsyaAllah yang tekun akan melihat hasil lebih baik. Bahkan apa yang kita lakukan sendiri tidak jarang akan terasa lebih nikmat, hehe meskipun kadang ada pahit-pahitnya, keasinan, atau terlalu sengak. Pastinya selalu bersyukur.

***

Pergilah kami ke pasar untuk “melihat” berbagai jenis makanan maupun bahan makanan disana. Karena melihat dengan mata, finally semua panca indera membantu mata, selama melihat yang baik ya. Ada satu bahan yang menarik mataku, Enokitake.

Related image

Jamur Enoki sering ku lihat di film jepang atau korea, menggiurkan. Hehehe. Jamur ini kucoba masak secara sederhana, karena sederhana sekalipun yang penting nikmat. πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Tumis Enokub (Enoki dan Kubis) Pedas Manis

Bahan:

Jamur Enoki 50 gram

Kubis 30 gram

Bawang Merah 2 siung

Bawang Putih 1 siung

Cabe rawit sesuai selera

Gula dan garam sesuai selera

Minyak Goreng secukupnya

Air secukupnya

Cara Pembuatan:

  1. Siapkan semua bahan
  2. Kupas bawang merah dan putih
  3. Cuci bersih semua bahan
  4. Haluskan bumbu
  5. Masukkan minyak secukupnya ke dalam wajan dan masukkan bumbu. Tumis.
  6. Masukkan jamur enoki dan kubis
  7. Campur secara merata dengan bumbu. Tunggu hingga matang.

img20180629182237340881228.jpg

So sedikiiiit ya. Hehe. Karena belajar itu sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit. Sederhana sekali, cocok setidaknya untuk menunda lapar ya. Mungkin tidak terlihat istimewa ketika dibaca, karena setiap hal diciptakan dengan keistimewaannya masing-masing.

NB: ini bukan tips/resep masakan kok, tapi berbagi cerita sedikit tentang usaha dan rasa syukur.

Posted in Uncategorized

Apple or Apel πŸŽ

I see. Meskipun terlihat mirip, tapi bukankah yang kembar sekalipun masih saja tetap berbeda?

Aku melihatmu seperti laptop logo Apple, dulu. Begitu menakjubkan. Bukankah aku harusnya bisa melihat? Kamu adalah apel yang sudah kau tetapkan diberikan kepada siapa. Kamu hanya berada disisi laptop itu, bukan berarti keduanya adalah satu kesatuan.

Aku tetap menyukaimu sebagai apel, terlepas dari mewah atau tidaknya bak Apple inc. Namun, tidak berarti bisa memakannya, bahkan meskipun tidak seperti apelnya Putri Salju, tetap tidak bisa. Karena tidak ada jaminan, ada 7 kurcaci datang untukku. πŸ˜‚

Posted in Uncategorized

Memilih (4)

Yang menyakitkan itu, kamu baik2 saja dengan yg lain. Denganku tidak.

Bukankah lebih baik dianggap biasa dan kamu baik2 saja, daripada tdk dianggap biasa dan tdk baik2 saja?

Lalu, siapa yg benar2 pergi?

Itukah yg kamu tanyakan padaku?

Ya, aku mempersilahkanmu. Pergilah.

Pilih yg kamu mau. Pilih saja dg siapa kamu baik2 saja. Pergi saja. Aku tdk mau menjadi orang yg menyakitimu terus2an.

Kenapa? Karena kamu tidak pernah bilang. Apa yg sebenarnya membuatmu baik2 saja? Apa yg membuatmu membiarkanku menjadi orang jahat? Apa lagi??

Bilang saja jika mau pergi. Jangan melihatku dengan kasihan. Jangan disini jika hanya merasa bersalah. Aku gak akan menyalahkan. Hakmu.

Tidak mempercayaiku?

Aku tidak akan marah dan menjadi depresi. Aku tidak akan menyalahkan siapa2, terlebih orang2 yg membuatmu baik2 saja. Cukup. Aku berterimakasih. Aku bersyukur, karena aku belajar.

Mungkin sedikit terlambat. Tapi, terimakasih sudah memilih pergi.

πŸ“šHappy 4 years anniversary with wordpressπŸ“š

🎈🎈🎈🎈